JAKARTA: Industri penerbangan nasional kekurangan 480 pilot per tahun karena sekolah penerbangan milik pemerintah dan swasta hanya mampu meloloskan 320 orang atau 40% dari total kebutuhan per tahunnya yakni 800 orang.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan penerbang (pilot) sepanjang 2011-2015 mencapai 4.000 orang atau 800 orang per tahun. Namun, kemampuan suplai pilot di Tanah Air baru mencapai 320 orang per tahun atau 1.600 orang sampai 2015. Artinya, masih terjadi defisit pilot sebanyak 2.400 orang hingga 2015.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit mengatakan kewajiban pengoperasian pesawat minimal 10 unit bagi maskapai berjadwal dalam UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan per 12 Januari 2012 akan mendongkrak kebutuhan pilot. Atas dasar itu, hingga 2015 diprediksikan kebutuhan pilot secara nasional mencapai 4.000 orang.
“Kemampuan suplai pilot baru 120 orang per tahun, itu hanya dari STPI Curug. Kalau ditambah swasta mungkin jadi 320 pilot per tahun. Kami akan koordinasi dengan maskapai yang punya sekolah pilot agar produksi itu menjadi double (naik dua kali lipat),” kata dia, dalam acara press background di Jakarta, Rabu.
Menurut Bobby, untuk menggenjot produksi pilot hingga dua kali lipat, pemerintah akan mendirikan sekolah penerbang baru di Papua dan Papua Barat. Kini, pendirian sekolah itu baru tahap studi. Juga tengah dijajaki di Palembang dan Surabaya. Di sisi lain, juga dengan meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana di STPI Curug.
Kapuslitbang BP SDM Perhubungan Udara Kemenhub Yudhi Sari Sitompul mengatakan pihaknya telah melakukan tender pesawat latih untuk kontrak multiyears sebanyak 18 unit hingga 2013. Pada September 2011 akan datang enam unit dengan harga Rp2-3 miliar per unitnya. Saat ini, STPI Curug sudah mengoperasikan 36 unit pesawat latih sayap tetap, tiga unit pesawat latih sayap putar (helikopter), dan tiga unit pesawat simulator.
Yudhi mengatakan, saat ini terdapat tujuh sekolah swasta yang ikut berkontribusi dalam produksi pilot di Tanah Air dengan kemampuan 200 pilot per tahun. Sekolah itu berada di Yogyakarta, Bali, dan Jakarta, yang umumnya milik perusahaan swasta.
Menurut Yudhi, pihaknya juga akan kerjasama dengan Turki untuk mendirikan sekolah penerbangan. Saat ini pihaknya sudah kerjasama dengan otoritas pelatihan penerbangan Uni Eropa atau Joint Aviation Authorities Training organization (JAA TO) untuk melakukan pelatihan keselamatan penerbangan di STPI Curug.
Kekurangan pelaut
Selain industri penerbangan, sektor pelayaran juga kekurangan tenaga pelaut yakni sebanyak 43.806 orang, yakni terdiri dari 18.774 perwira pelaut dan 25.032 rating hingga lima tahun kedepan.
Di dunia, lanjut Bobby, juga kekurangan tenaga pelaut pada 2012 sebanyak 83.900 orang dan tenaga penerbang pada 2020 sebanyak 42.000 orang, serta teknisi pesawat udara pada 2020 sebanyak 40.000 orang.
Popularity: unranked [?]
