Home
 

KONSERVASI—45 Kebun raya akan dibangun di Indonesia hingga 2020

Oleh on Wednesday, 16 May 2012

BOGOR: Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor menargetkan sebanyak 45 kebun raya dibangun di seluruh Indonesia pada 2020.

“Sejumlah kebun raya baru sedang diproses pembangunannya. Kami berharap hingga 2020 sebanyak 45 kebun raya sudah terbangun di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Kepala PKT Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar di Bogor, Rabu.

Mustaid mengatakan, pembangunan kebun raya baru merupakan agenda penting bagi Indonesia dalam memperkenalkan pengelolaan keanekaragaman hayati yang lebih baik.

Selain itu, upaya tersebut juga selaras dengan target VIII dari Global Strategy for plant conservation (GSPC).

Upaya pembangunan kebun raya di Indonesia sejalan dengan Konservasi Keanekaragaman Hayati (CBD) tahun 1992, yang telah diratifikasi melalui undang-undang nomor 5 tahun 1994, serta tercantum di dalam agenda 21 Indonesia tahun 1996 Bab 16 dan Indonesia Biodiversity strategy and action plan (IBSAP).

“Hingga akhir 2011 sebanyak 21 kebun raya baru tersebar di 17 provinsi. 19 kebun raya baru telah dibuat masterplannya di mana 10 di antaranya sedang dalam tahap pembangunan,” kata Mustaid.

Sebanyak 10 kebun raya yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut yakni KR Samosir, KR Jambi, KR Liwa, KR Baturaden, KR Kuninga, KR Katingan, KR Balikpapan, KR Lombok, KR Enrekang, dan KR Puncak.

Sementara itu, pembangunan kebun raya yang direncanakan pada 2013 sebanyak enam kebun raya yaitu KR Batam, KR Sumatera Selatan, KR Sambas, KR Kalimatan Selatan, KR Minahasa, dan KR Parepare.

“Kebun raya yang belum siap pembangunan fisiknya sebanyak 3 kebun raya yaitu, KR Solok, KR Danau Lait dan KR Kendari. Ini disebabkan oleh faktor kesiapan Pemerintah daerah dan anggaran LIPI yang terbatas,” katanya.

Dua kebun raya yang dipersiapakan master plannya, lanjut Mustaid adalah CSC Botanical Garden dan Kebun Raya Wamena.

Mustaid mengatakan, rencana 20 kebun raya lagi akan terus diwacanakan hingga pada 2020, 45 kebun raya sudah terbangun di seluruh Indonesia.

Menurut Mustaid, hadirnya kebun raya di daerah akan saling berpacu untuk menyelamatkan flora asli Indonesia.

“Saya menyebutkan, kebun raya adalah benteng terakhir konservasi tumbuhan. Jika seluruh hutan di wilayah Indonesia habis, dengan kebun raya kita bisa mereplikasi kembali hutan kita,” katanya.

Selain itu, Mustaid menambahkan, gempuran flora impor yang masuk ke Indonesia seperti sawit, karet dan jagung sudah menjadi ancaman bagi keberadaan flora Indonesia.

Oleh karena itu, penggalian potensi flora Indonesia harus digalakkan sebelum mereka punah. Karena penyebab utama kepunahannya karena mereka dianggap tidak bermanfaat.

“Kita tidak mau flora di Indonesia ini berubah menjadi jenis-jenis introduksi dari luar semua karena mereka lebih dikenal bermanfaat. Perlu diingat bahwa jenis-jenis tumbuhan lokal kurang dikenal karena riset terhadap mereka sangat kurang, kalaupun ada tidak tuntas,” katanya.

Mustaid menambahkan, Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011 tentang Kebun Raya diharapkan dapat mempercepat pembangunan kebun raya di Indonesia. [ant/roy]online casino

Popularity: unranked [?]

Comments are closed

Advertisement

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
Developed by Media Digital | Bisnis Indonesia