MAKASSAR: Politisi Pesatuan Demokrasi Indonesia Perjuangan asal Kota Palopo minta pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengamankan kasus perkelahian yang terjadi di perbatasan Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang yang dinilai sudah mengarah ke konflik antaretnis.
Wakil Ketua DPC Pesatuan Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Palopo, Agustina Arny khawatir, kasus yang melibatkan dua kelompok yang berbeda suku dan agama ini bisa saja dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan mereka.
Apalagi, lanjutnya insiden ini terjadi menjelang pemilihan kepala daerah khususnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur SulselĀ sudah mulai memanas di sejumlah daerah. “Belum lagi beberapa daerah juga sudah mempersiapkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Ini yang harus di antisipasi, jangan sampai permasalahan ini melebar kemana-mana,” ucap Agustina Arny saat dihubungi Bisnis, Sabtu, (18/8) .
Dia berharap, seluruh pihak mulai dari aparat kepolisian, TNI dan pemerintah daerah mulai dari eksekutif hingga legislatif bisa duduk bersama menyelesaikan konflik yang bisa saja mengancam keutuhan daerah.
“Ini tanggungjawab kita bersama. Kita baru saja merayakan kemerdekaan RI yang ke-67. Ini sangat ironis ditengah-tengah kita membangun kesadaran bernegara bagi generasi muda, ternyata masih ada konflik pemuda di daerah,” ucap dia.
Insiden ini telah terjadi tindakpidana penganiayaan kampung Tendang Kulang, Kelurahan Buntu Limbong, Kecamatan Gandasil, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang mengakibatkan tiga korban luka-luka.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 21.40 Wita pada Selasa, 14 Agustus 2012 dimana korban sempat dibuntuti sekitar lima orang yang tidak dikenal saat menaiki kendaraan sewa menuju Salubarani, Tana Toraja tepatnya di perbatasan Enrekang-Tana Toraja.
Tiba di lokasi kejadian korban sempat tiba di rumah milik warga yang bernama Alwa. Korban diduga sempat menkonsumsi minuman beralkohol di tempat itu dan tidak beberapa lama berselang sekitar lima orang yang tidak dikenal menyerang korban dengan menggunakan batu.
Akibatnya ketiga korban yakni Lahama (32) dan rekannya Suparman (20) dilarikan ke Puskesmas Sudu’, Enrekang akibat terkena lemparan batu sedangkan korban bernama Rusman (20) dirujuk ke Rumah Sakit Enrekang karena mengalami luka di kepala yang cukup parah. (K15)online casino
Popularity: 7% [?]

