Home
 

PBB: Warga Tinggalkan Negara Bagian Rakhine Myanmar

Oleh on Saturday, 6 October 2012

Logo PBB

NEW YORK–Banyak orang terus meninggalkan Negara Bagian Rakhine di Myanmar, berbulan-bulan setelah kerusuhan sektarian pertama kali meletus, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky di Markas PBB, New York, AS, Jumat (5/10).

“Banyak orang terus meninggalkan rumah mereka untuk mencari makanan, perawatan kesehatan dan bantuan lain,” kata Nesirky dalam taklimat harian.

Ketegangan sektarian yang telah berlangsung lama meletus pada Juni antara orang Rakhine, yang beragama Buddha, dan orang Muslim Rohingya, setelah laporan mengenai perkosaan dan pembunuhan seorang perempuan muda Rakhine pada Mei.

Sebanyak 75.000 orang yang kehilangan tempat tinggal berada di beberapa kamp di dalam wilayah Rakhine, naik dari 50.000 pada awal Juni, tak lama setelah kerusuhan pertama kali meletus, kata juru bicara tersebut, yang mengutip perkiraan pemerintah lokal.

“Banyak orang lagi diduga telah terpengaruh secara tak langsung oleh kerusuhan itu,” kata Nesirky sebagaimana dikutip Xinhua di Jakarta, Sabtu.

Kantor Pengungsi PBB (UNHCR) menyerukan diberikannya akses kemanusiaan lebih besar dan dukungan ke kamp penampungan tersebut.

Ketika berbicara di Jenewa, Juru Bicara UNHCR Adrian Edward, Jumat, mengatakan, “Kami berharap dengan mengirim bantuan di tempat asal, lembaga kemanusiaan dapat membantu mencegah makin banyak orang kehilangan tempat tinggal dan melakukan campur tangan guna memfasilitasi kepulangan pada akhirnya orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka.

” Nesirky mengatakan UNHCR “terikat komitmen untuk membantu semua masyarakat yang terpengaruh sejalan dengan prinsip kemanusiaan, tidak memihak dan netral”.(ant/Xinhua-OANA)

Popularity: 1% [?]

Comments are closed

Advertisement

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
Developed by Media Digital | Bisnis Indonesia